Selamatkan Suramadu

Diambil dari salah satu milist, mengenai Jembatan Suramadu yg dibangun dgn biaya gak sedikit (triliunan)  & merupakan salah satu jalan akses  dari Surabaya menuju Pulau Madura atau sebaliknya  ….

************

Ulah para pencuri besi Jembatan Suramadu sungguh tak lagi bisa dianggap
remeh. Mereka tidak hanya mencuri baut dan lampu penerang seperti terjadi
saat jembatan ini baru diresmikan Juni lalu. Yang dilakukan sekarang jauh
lebih berbahaya. Mereka juga mencopoti satu demi satu struktur besi pemecah
ombak.

Aksi ini bisa berakibat fatal. Besi pemecah ombak itu melindungi pilar utama
jembatan dari gerusan ombak dan arus Selat Madura, yang tergolong kuat. Bila
pemecah ombak lenyap, pilar akan rentan terhadap hantaman arus dan ombak.
Pada akhirnya, pilar beton itu mudah goyah dan membahayakan seluruh struktur
jembatan.

Itu sebabnya, penanganan terhadap para penjarah besi harus jauh lebih
serius. Yang mereka lakukan bukan lagi sekadar vandalisme, melainkan sebuah
perbuatan kriminal berbahaya. Berbahaya bukan hanya karena mereka merusak
jembatan senilai Rp 4,5 triliun itu, tapi juga mengancam nyawa ribuan orang
yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.

Memang tidak mudah mengatasi aksi para penjarah. Para pencuri itu sudah
biasa berburu besi tua kapal karam di kedalaman laut. Berbekal alat selam
dan alat potong besi sederhana, dalam sekali operasi mereka bisa mendapatkan
satu atau dua ton besi.

Besi-besi ini kemudian sedikit demi sedikit mereka pindahkan ke truk yang
telah menunggu untuk dibawa ke para penadah. Dalam dua bulan terakhir,
polisi setidaknya sudah menangkap tiga truk pengangkut besi jembatan dengan
jumlah total mencapai tujuh ton besi. Karena terbatasnya tenaga patroli
polisi, yang bisa dilakukan hanya menangkap truk pengangkut tersebut.

Melihat keterampilan dan kegigihan para pencuri ini, menambah frekuensi
patroli di jembatan seperti yang sekarang dilakukan tak akan cukup. Polisi
hanya mampu mengawasi area sekitar jembatan, sedangkan area pilar, yang
sebagian besar terendam laut, tak bisa dikontrol.

Agar lebih efektif, pengawasan polisi seharusnya mencakup area bawah
jembatan. Sekarang kapal TNI sesekali terlihat melakukan patroli di area
pilar. Tapi mengandalkan bantuan TNI terus-menerus tentu tidak memungkinkan.
Tugas pengawasan rutin harus dilakukan oleh Polri sendiri dengan mengerahkan
Satuan Polisi Air, yang biasanya bertugas mencegah penyelundupan.

Tapi sehebat apa pun pengawasan oleh polisi, tanpa dukungan masyarakat di
sekitar jembatan, itu akan percuma. Jembatan ini dibangun dengan proses
panjang dan biaya begitu besar. Ketika jembatan sudah berfungsi, masyarakat
sekitarlah yang menikmati keberadaan jembatan. Maka sudah sepantasnya
masyarakat sekitar memiliki tanggung jawab moral menjaga keutuhan Suramadu.

Inilah sesungguhnya masalah yang lebih sulit dari sekadar mengawasi keutuhan
jembatan. Bangsa kita sudah lama dikenal sebagai bangsa yang bisa membangun
tapi tidak mampu memelihara. Maka Suramadu sesungguhnya menjadi ujian bagi
masyarakat sekitar. Ujian itu tidak hanya mencegah perusakan, tapi juga
membangkitkan rasa memiliki.

sumber : Cla-Ro

************

Jemabatan Suramadu
Jembatan Suramadu

Memang beberapa bulan kebelakang ini masih banyak sekali berita penangkapan ‘Pencuri Besi’ ini, tidak kepalang mereka mencuri sampai berton-ton besi  … kacau nih, kalau kelamaan dibiarkan bisa-bisa tuh jembatan runtuh arghhh! …. siapa yg salah & harus bertanggung jawab atas kejadian semua ini ? 😦

begini mungkin salah satu contoh MENTAL orang Indonesia … Mental M*l#ng!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s