Review Winger 2008 Live

Sebenarnya ini review lama dari salah satu teman saya yg dilempar ke milist Cla-Ro kira-kira setahun yg lalu, setelah sebelumnya saya racun dengan DVD musik Winger Live 2008,  yg pd waktu itu baru saja release di US. 🙂

Winger Live
Winger Live

Ini dia review-nya ;

##########

Yap…..akhirnya dapet juga, DVD Winger – Live, salah satu band generasi 80 akhir yg belom pernah gue liat live-nya…hehehe. ..thanks Pak Ricky.

Gak pake acara tunggu lama, langsung pasang player dan (minjem istilah Pak Gatot)….JREENGGG…
tapi… lho kok panggungnya kecil ‘kalee ya?  Atribut Winger hanya ada di bass drum yg berhias cover album IV.

Latar belakang panggung cuma kain item. Sebodo amat, yg penting WINGER !!  Mengusung formasi kuartet, Winger membuka konser dengan Blind Revolution Mad ….. adrenalin meningkat seketika mengingat ini salah satu lagu paporit….gak masalah kalo ternyata lagu ini hanya dimainkan separo.
Prolog dengan dentingan giar akustik yg cukup panjang tidak dimainkan, langsung masuk ke bagian tengah dimana gitar elektrik lebih dominan… garang bok !!

Berdiri di depan panggung, Reb Beach dan John Roth pada gitar mengapit Kip Winger sebagai lead vocal & bass. Dua nama pertama juga berhadapan dengan mic dalam fungsi membangun harmoni sebagai backing vokal.
Agak ke belakang, duduk manis drummer gaek Rod Morgenstein dengan set drumnya.

Hi-hat diposisikan di sebelah kanan (kalo dari arah penonton berarti ada di kiri)…. lhooo Rod ini kidal toh ? Baru ngeh gue. Atau kesimpulan gue salah ? Gak penting ! Yang penting adalah permainan Rod yang indah menawan….hehe… biarpun tidak perfect, ada sedikit “agak terpeleset”. Sekalipun bukan fans-nya Rod tapi gue cukup menikmati permainannya.

Sedikit dibelakang John Roth, terpasang satu Kurzweil yg gue tebak akan dipakai John Roth untuk beberapa kesempatan, layaknya dulu mantan gitaris/keyboardis Paul Taylor. Nyaris tanpa jeda, dilanjutkan dengan Loosen Up, Easy Come Easy Go dan Your Great Escape.
Diantara perpindahan lagu Kip menyempatkan diri untuk sedikit berinteraksi dengan penonton, walaupun singkat banget. Penonton penuh, gak terlalu banyak gaya, tidak seheboh penonton Guns N Roses, bisa ditebak kisaran umur berapa  🙂

Down Incognito diluncurkan, Reb Beach kebagian tugas tambahan memainkan harmonica. Di akhir lagu, solo Roth menyeruak ke depan dalam blues scale. Sejenak Kip menanggalkan bass-nya dan beralih ke keyboard. Wah, tebakan gue salah. Ternyata Kip yang memainkan keyboard, bukan Roth, dengan oktaf rendah dipakai untuk sound bass (mungkin cuma 2 oktaf). Rainbow in the Rose mengalun apik.

Vokal Kip memang yahud, seakan tidak termakan usia, sementara secara fisik kelihatan sedikit lebih gemuk dibanding poto yg gue liat di album In The Heart Of The Young, hehehehe.

Coda sedikit di extend, memberi kesempatan pada Rod untuk pamer skill :p. Selang beberapa track, akhirnya yg gue tunggu keluar juga, Reb Beach guitar solo. Pola permainan solo-nya sendiri sebetulnya khas solo gitaris shredder 80-an. RB membuka-nya tidak dengan memetik gitar, tapi tangan kanannya memainkan knop volume yg di barengi sedikit echo, mirip solo gitar-nya Eddie Van Halen, dan ujung ujungnya sekitar hampir 5 menit perhatian penonton tersita oleh kepiawaian RB meracik nada pada dawai gitar.

Akhirnya kesampaian juga keinginan gue melihat live solo RB. This is your home Reb, forget Whitesnake !! Maap… di Whitesnake gue kecewa dengan “pembagian tugas” yg sama sekali tidak imbang antara Reb dgn Doug Aldrich. Seakan akan Aldrich ini dianakemaskan Coverdale.  😦

Lanjut dengan (again, my fave) You’re The Sain I am the Sinner  … waaaahhhhh….. semakin asyik. …lagi- lagi coda diextend dengan duel gitar sebelum akhirnya direspon Rod Morgenstein dengan satu solo drum apik. Semakin mengukuhkan siapa Rod Morgenstein sebenarnya.
Ooopsss…. di tengah solo, stick drum sempat terlepas namun tangan kiri Rod masih bisa menyambar stick cadangan tanpa harus menghentikan solo-nya. Mantap.

Kip kembali memainkan keyboard pada nomor Headed for The Heartbreak, sebelum kembali berposisi pada bass dalam Can’t Get Enough.

Degup jantung semakin kencang saat mendengar intro nomor legendaris “17”. Nomor cantik dengan permainan gitar dahsyat yang mengukuhkan Reb sebagai salah satu gitaris handal yang cukup diperhitungkan…. waksss… sampe merinding.

Di salah satu reff, angka 17 sempat diubah menjadi “she’s only 35” …hehehehehe. .. sekaligus mengingatkan bahwa usia lagu ini sudah 18 tahun sejak rilis…. (bener ga ya 18 taon y.l ? gak inget juga… cd-nya lagi beredar, jadi gak bisa masti’in).

Menjelang encore, para personil Winger mengundurkan diri untuk kemudian masuk dengan Kip menenteng gitar 12 string, sementara posisi bass diambil Roth…. Who’ s The One & Miles Away mengalun.
Konser diakhiri dengan Hungry dan Madelaine, dua duanya dari album pertama….. klimaks !!

Mbah Sigit, Oom Nelwin, Bang Dapit & para penggemar hairband, ini tontonan wajib !!

sumber : Cla-Ro

##########

itu tadi review yg cukup bikin org penasaran saat itu,  Kang Luky thanks for the ‘accident’ reviewnya hehehe 😛 , … memang dah lama banget sih  …tp gak apa2, karena bentar lagi juga Winger akan segera me-release album baru kira-kira pd bulan Oktober  ….. kita tunggu aja , cek disini! … jadi sebelum album barunya release mari kita refresh dulu ama Winger Live 2008 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s